Header Ads

ads header

Breaking News

Kepala Madrasah Sebagai Pemimpin Pembelajaran

 

Haris Budi Santosa, S.Pd.,M.Pd
Kepemimpinan Pembelajaran

Salah satu peran kepala madrasah adalah sebagai educator, yaitu kepala madrasah berperan penting dan bertanggungjawab penuh dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah.

Peranan ini menjadi suatu kewajiban yang telah diamanatkan dalam Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya bahwa keefektifan kepala sekolah/madrasah dinilai angka kreditnya dalam enam kompetensi, yaitu:

  1. Kompetensi kepribadian dan sosial
  2. Kompetensi kepemimpinan pembelajaran
  3. Kompetensi pengembangan sekolah dan madrasah
  4. Kompetensi managemen sumber daya
  5. Kompetensi kewirausahaan sekolah/madrasah, dan
  6. Kompetensi supervisi pembelajaran

Khusus pada kompetensi kepemimpinan pembelajaran, seorang kepala sekolah/madrasah bertanggungjawab penuh atas terselenggaranya sistem pembelajaran yang berkualitas pada sekolah/madrasah. Kepala sekolah/madrasah harus berupaya secara maksimal agar para pendidiknya menjadi pendidik profesional, pendidik yang mampu mengolah berbagai sumber dan media belajar yang dapat digunakan oleh siswa dimana saja mereka berada.

Baca juga: Kepala Madrasah Sebagai Agen Pembelajaran

Pada DJJ Calon Kepala Madrasah yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Denpasar pada Rabu (05/05/2021), Widyaiswara  Haris Budi Santosa, S.Pd.,M.Pd., mengutip pendapat Eggen & Kauchak (2004) yang menjelaskan bahwa kepemimpinan pembelajaran adalah tindakan yang dilakukan kepala sekolah untuk mengembangkan lingkungan kerja yang produktif dan memuaskan bagi guru, yang pada akhirnya mampu menciptakan kondisi belajar siswa semakin meningkat.

Mengutip teori yang dikemukakan oleh Mc Ewan (2002), bahwa pemimpin pembelajaran dapat diukur melalui tujuh indikator berikut, yaitu:

  1. Kepala sekolah menetapkan tujuan pembelajaran dengan jelas
  2. Kepala sekolah menjadi narasumber bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di lembaganya
  3. Kepala sekolah menciptakan budaya kerja dan iklim kerja yang kondusif bagi kegiatan pembelajaran
  4. Kepala sekolah mengkomunikasikan visi dan misi sekolah kepada seluruh civitas akademika di lembaganya
  5. Kepala sekolah memotivasi dan mengkondisikan pendidik dan tenaga kependidikannya untuk mencapai cita-cita profesional tinggi
  6. Kepala sekolah mengembangkan kemampuan profesionalisme guru, dan
  7. Kepala sekolah harus bersikap positif terhadap siswa, guru dan pegawai serta orang tua.

Baca juga : Kepala Madrasah Sebagai Pemimpin Kewirausahaan

Kepemimpinan pembelajaran sangat penting diterapkan di madrasah karena mampu:

  1. Meningkatkan prestasi belajar siswa secara signifikan;
  2. Mendorong dan mengarahkan warga sekolah untuk  meningkatkan prestasi belajar siswa;
  3. Memfokuskan kegiatan-kegiatan warga sekolah untuk  menuju pencapaian visi, misi, dan tujuan sekolah; dan
  4. Membangun komunitas belajar warga dan bahkan mampu menjadikan sekolahnya sebagai sekolah belajar (learning school), yaitu sekolah yang mampu memberdayakan warga seoptimal mungkin, memfasilitasi warga sekolah untuk belajar terus dan berulang-ulang, mendorong kemandirian setiap warga sekolahnya, dan memberi kewenangan dan tanggung jawab kepada warga sekolahnya.

Karakteristik kepemimpinan  pembelajaran menurut Hellinger dan Murphy (1985), serta menurut  Weber  (1996), sebagaimana yang dikutip Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan (2011: 13-14), antara lain:

  1. Mengembangkan misi dan tujuan,
  2. Mengelola program pembelajaran,
  3. Mendorong iklim pembelajaran akademis,
  4. Mengembangkan fungsi produksi pendidikan,
  5. Mengembangkan lingkungan kerja yang kondusif.

Demikian  gambaran materi Kepala Madrasah Sebagai Pemimpin Pembelajar yang diperoleh dari DJJ BDK Denpasar, untuk selengkapnya silahkan sahabat download materi diklat pada link di bawah ini.

1. Kepemimpinan Perubahan.ptt

3. Panduan Kerja Kepala Sekolah.pdf

Tidak ada komentar